menurut pertamina harga BBM jenis premium di Indonesia adalah sebesar USD 0,49/ltr sedangkan solar mencapai USD 0,47/liter. Harga premium di Singapura adalah sebesar USD 1,37per liter dan solar mencapai harga USD 1,06 per liter.
fine. itu mungkin adalah benar. Here’s another fact :
pendapatan per kapita Indonesia 2007 : USD 1,946
pendapatan per kapita Singapura 2007 (koran Tempo 13 Mei 2008): USD 29.320
jika memakai perbandingan antara harga premium di Singapura berdasarkan pendekatan pendapatan per kapita yang dipublish, maka didapatkan seharusnya harga BBM jenis premium di Indonesia adalah sebesar USD 0,09 per liter atau sebesar Rp.845 per liter.
pesan untuk pertamina: Mbok ya kalau perbandingan itu apple to apple. jangan bandingkan negara kaya dengan negara miskin
& Komentar
19 Mei 2008 pukul 10:07 am
Itu pun pendapatan per kapita rata-rata. Sedangkan uang yang beredar di Indonesia hanya dipegang oleh segelintir orang. Lainnya hanya memegang duit receh.
fenomena lain, 95% deposito dipegang oleh 14.000 orang saja (data YLBHI)
ya iyalah,orang miskin makan aja susah, apalagi untung saving,hehe
22 Mei 2008 pukul 5:37 pm
Kalau meemakai LOGIKA anda HArga BBM di TIMTIM paling murah dong ???? Belajar ekonomi dululah —
22 Mei 2008 pukul 8:48 pm
what i’m trying to say is bagaimana caranya pertamina mengatakan bahwa harga BBM di Indonesia kemurahan dibandingkan dengan negara lain, sedangkan pendapatan masyarakat negara kita lebih jauh berbeda. dan pada kenyataannya kemampuan daya beli masyarakat kita pun jauh dibandingkan dengan singapore.
kalau ada data pendapatan per kapita dengan negara kita yang kurang lebih sama dibandingkan dengan harga BBMnya menurut saya akan lebih fair.
propaganda yang menyatakan bahwa harga BBM di Indonesia lebih murah dibandingkan dengan negara lain itu hak pemerintah, akan tetapi bisa dilihat pula bahwa beberapa negarapun harga BBMnya lebih murah dibandingkan dengan Indonesia.
It’s not about economy, just POLITIC, my friend