Kasus Bank Century: Masalah Teknis yang Berakibat Fatal

Pada kesempatan ini saya akan membawakan topic tentang bagaimana reaksi pemerintah terhadap krisis yang menimpa Indonesia sekarang ini. Sebagai contoh kasus, saya akan mengutamakan kasus Bank Century.

Berikut kronologis skandal Bank Century (BCIC) yang terekam di data saya:

  • 13 November 2008, Bank Century mengalami gagal kliring. Saham BCIC disuspen oleh otoritas Bursa
  • 14 November 2008, BCIC sudah bisa mengikuti kliring lagi
  • 24 November 2008, BCIC ditakeover oleh pemerintah melalui LPS.

Beberapa komentar yang tercatat di saya mengenai kasus di atas adalah:

  • Mengenai masalah gagal kliring Bank Century, Boediono (Gubernur BI) kembali menegaskan bahwa hal itu disebabkan oleh faktor teknis berupa keterlambatan penyetoran prefund.

“Saya tegaskan lagi kepada masyarakat, bahwa kondisi perbankan saat ini mantap dan stabil serta tetap mampu memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat,” demikian pernyataan dari BI. Komentar ini tercatat pada tanggal 14 November 2008.

http://www.detikfinance.com/read/2008/11/14/095433/1036818/5/bi-imbau-masyarakat-tidak-terpengaruh-rumor-soal-perbankan

  • Corporate Secretary PT Bank Century Tbk Deddy Triana mengatakan, insiden keterlambatan setoran kliring yang dialami Bank Century bisa terjadi di semua bank. Apalagi mutasi transaksi di kalangan perbankan memang meningkat belakangan ini.
  • Hal yang sama juga dikatakan oleh Kepala Ekonom BNI Tony Prasetiantono yang mengatakan kondisi yang dialami Bank Century itu hal biasa.
  • “Kondisi kalah kliring bisa saja terjadi di bank apapun, tapi keadaan sekarang agak krisis likuiditas,” Ketua Perbanas Sigit Pramono, Kamis (13/11/2008).

http://www.detikfinance.com/read/2008/11/13/174724/1036555/5/perbanas-kalah-kliring-biasa-nasabah-jangan-panik

  • Corporate Secretary PT Bank Century Tbk, Deddy Triana menjelaskan, pihaknya sebetulnya
    sudah menyiapkan segala persyaratan untuk kegiatan kliring hari ini, termasuk sejumlah dana untuk prefund. Namun tanpa diduga, tiba-tiba Bank Century diberi tahu bahwa dana yang harus disetornya masih kurang Rp 5 miliar.

http://www.detikfinance.com/read/2008/11/13/162544/1036490/5/bank-century-telat-setoran-rp-5-miliar

PERTANYAAN:

  • Kalah kliring adalah hal biasa yang akhirnya menyebabkan bank dapat masuk ke pengawasan BI? Bank ybs dapat ditake over oleh pemerintah?
  • Masalah teknis seperti apa yang menyebabkan akhirnya Bank dapat ditakeover?
  • Kondisi yang mantap dan stabil itu maksudnya seperti apa?
  • Tetap mampu memberikan pelayanan sebaik-baiknya itu yang seperti apa?

Kondisi nasabah BCIC:

  • “Narik dari ATM sama sekali nggak bisa, dari ATM bersama juga nggak bisa. Kalau narik dari kantor masih bisa kalau di bawah 1 juta,” kata seorang nasabah Bank Century yang ditemui di kantor pusat Bank Century, Plasa Senayan, Jakarta, Kamis (13/11/2008).
  • “Petugasnya bilang besok saja datang lagi, tapi dia juga nggak bisa menjamin apakah besok itu bisa ditarik atau tidak,” ujarnya.
  • Nasabah lain yang ditemui mengaku dirinya harus ke teller setelah tak bisa menarik dana lewat ATM. Menurutnya, penarikan dana via teller bisa dilakukan jika di bawah Rp 1 juta. Nasabah tersebut mengaku khawatir dengan nasib dananya di Bank Century.

http://www.detikfinance.com/read/2008/11/13/155218/1036463/5/nasabah-bank-century-kesulitan-tarik-dana

ok…hal ini bisa beralasan karena terjadi pada tanggal 13 November 2008. kondisi berikutnya…

  • “Semua yang dalam bentuk valas tidak bisa diambil. Mau kita ambil dalam rupiah pun ternyata tidak bisa, kliring pun ternyata masih belum bisa. Bahkan transfer pun juga tidak bisa. Dan ini terjadi pada semua nasabah,” kata Silvia, nasabah Bank Century cabang GreenVille, Jakarta, kepada detikFinance, Jumat (28/11/2008).
  • Menurut dia, pihak bank hanya mengizinkan pemindahan dana deposito ke tabungan dolar. “Jadi uang tidak boleh kelaur dari bank,” tambahnya lagi.

http://www.detikfinance.com/read/2008/11/28/181020/1044898/5/nasabah-bank-century-keluhkan-deposito-tak-bisa-cair

Kesan pertama yang ada adalah setelah kejadian pada tanggal 13 November tersebut, terlihat bahwa tindakan yang dilakukan oleh pemerintah (atau pihak-pihak yang diwakilinya atau pihak-pihak yang berkepentingan) adalah menenangkan nasabah dengan mengeluarkan statement bahwa hanya masalah teknis yang terjadi, bukan masalah likuiditas. Hal ini lumrah. Mengingat jika terjadi kepanikan massal oleh nasabah BCIC (baca: rush) akan mempercepat kehancuran BCIC. Akan tetapi bagaimana dengan hak nasabah untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya terjadi. Apakah nasabah tidak mempunyai hak untuk mengamankan uangnya sendiri? Jika tidak terjadi rush, maka BCIC diasumsikan akan selamat…yes…mengamankan posisi BCIC (dan mungkin BI juga???). Di mana hak nasabah untuk menyelamatkan diri? Dan lebih mengejutkan lagi 2 minggu berikutnya masalah teknis ini mengakibatkan BCIC ditakeover oleh pemerintah. Apakah kita bisa mengasumsikan jika terjadi kasus yang serupa lagi, yang dimaksudkan dengan masalah teknis adalah masalah likuiditas???

Statement pemerintah lainnya adalah: Menurut Sigit, nasabah bank menengah dan kecil mestinya tetap tenang karena simpanan mereka hingga sejumlah Rp 2 miliar dijamin pemerintah. http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2008/11/22/headline/krn.20081122.148867.id.html

Statement ini benar adanya…tapi sayang tidak lengkap. Dana nasabah yang dijamin oleh pemerintah (dalam hal ini LPS) adalah sebesar 2 Milyar. Akan tetapi suku bunga dari dana yang dijamin tersebut tidak boleh melebihi suku bunga wajar yang ditetapkan (10% untuk dana dalam Rupiah dan 3.5% untuk dana dalam USD-untuk Bank umum). Satu lagi hal yang perlu diperhatikan: penjaminan tersebut di atas tidak berarti anda dapat menarik dana anda sesuka hati anda. Hal ini terbukti di BCIC.

Saran saya: jangan tergiur dengan bunga yang tinggi. Jangan menabung hanya di satu bank. Pecah dana anda di beberapa bank.

God help us through this crisis

About these ads

56 Komentar

Filed under economic

56 responses to “Kasus Bank Century: Masalah Teknis yang Berakibat Fatal

  1. Makasih atas info-nya :)
    Sekarang tau agak tau dech kronologis-nya …

  2. Arif

    Saya khawatir jika nasabah hilang kpercayaan kpd bank dan LKBB,bisa2 para nasabah menyimpan uang/dananya di bawah bantal,. Bs repot

    • marthin

      saya juga khawatir sekali dengan ini
      bagaimana nasib para nasabah????

      • johan teddy

        nasib para nasabah?
        hanya Tuhan yang tahu.
        Yang pasti sekarang, banyak sekali kepentingan di Bank Century (sekarang Bank Mutiara) ini. Dan yang empunya kepentingan itu sedang berusaha sebisa mungkin agar bisa tidak terbuka kepentingan itu.
        Banyak sekali hal yang aneh dalam laporan keuangan Bank Century tahun 2008-2009. Sebenarnya saya ingin membahasnya pada blog ini, tapi selalu terbentur pada kesibukan yang lain

      • untuk bpk SUSILO BAMBANG YUDHOYONO.(sby)
        jangan diam aja donk pak presiden…….
        tolong tinjak lanjuti masalah ini.
        kalau bisa masalah ini harus segera di tuntaskan.
        dan bagi pihak yang bersangkutan, harus di beri pelajaran.
        sebagai contoh untuk yang lainnya.

        Trima kasih atas perhatiaannya.
        mohon maaf apabila ada salah.

    • bank BI seharusnya bersikap tegas dalam menjalan kan suatu bisnis..
      karna, akan banyak orang yang menderita.
      apabila perusahaan tersebut blm mencapai target
      jngn di kasih dulu donk…….
      kasihan para nasabah.

  3. SYAIFUL BAHRI

    lebih aman nyimpan uang di tanah nggak abakalan turun harganya apalagi tanah tsb bida dibuat kos2an , tipa tahun dapat uang kos terus harga assetnya juga ikutan naik yaaa ngetoplah

  4. Betul sekali pendapat kawan-kawan semua. Akhirnya kita kembalikan saja kepada pertanyaan paling mendasar pada diri kita :

    Mau kaya sebelum pintar ?

    Atau

    Mau pintar sebelum kaya ?

    Yang terbaik jelas milih pintar sebelum kaya, karena sebelum kita menjadi kaya atau lebih kaya lagi kita tidak akan gampang tergiur dengan iming-2 untung besar jika resiko yang bakal dihadapi juga kelewat besar alias tidak sebanding atau wajar. Lebih baik invest di tempat yang untungnya gak terlalu besar tapi aman baik jangka pendek maupun panjang. Investasi seperti apa ? Pikir sendiri deh.

    Kedua nih, jangan malu untuk bertanya sebelum sesat di jalan. Artinya jangan cuek untuk mengecek kebenaran dan keamanan suatu produk investasi ke pihak yang kredibel sebelum memutuskan untuk membelinya. Kalau juga masih gak yakin, camkan, jangan beli !!! Lebih baik rugi dikit COST OF MONEY daripada rugi besar karena LOST OF MONEY.

    Ketiga jangan terlalu berprinsip pada biarlah uang yang bekerja pada kita, karena tetap saja uang itu adalah benda mati yang gak punya otak, gak bisa mengantisipasi terjadinya resiko kerugian oleh pihak lain. Akhirnya yang teraman adalah walaypun kita kaya, tetap saja kita perlu mikir atau kerja sedikit, biar uang kita gak nyemplung ke laut alias nyasar ke kantong penjahat kerah putih. Kerja yang bagaimana, yaitu bagi resiko uang kita pada lebih dari satu produk investasi. Jadi semua uang kita jangan sekali-2 ditanam pada satu produk investasi. Itupun semuanya harus dicek dulu yang sejelas-2nya sampai pada siapa yang akan mengelola, dikelola kemana, dalam bentuk apa, ada legalitas hukumnya gak dsb.

    Akhirnya, sekali lagi, lebih baik sedikit rugi Cost of Money daripada Rugi besar karena Lost of Money.

  5. yunita engriani

    Terbukti jg kata2 pak dosen wkt kul yang seriiiiiinnnngggg bgt d ulang2…”don’t put all of your eggs in one basket”

    • johan teddy

      Ini bukan masalah diversifikasi portofolio. Saya yakin banyak dari nasabah Century (or Antaboga) yang juga melakukan investasi di tempat lain.
      Yang jadi permasalahan di sini adalah, telur yang anda taruh pada salah satu keranjang dicuri orang. Apa yang anda bisa lakukan? Lapor polisi? Tuntut via pengadilan?

  6. arief

    bagi muslim, inilah fakta dan hikmah diharamkannya riba termasuk bunga bank. Coba cari bank syariah yang cocok, moga kita lebih tenang.

    • johan teddy

      Selama Bank Syariah-nya bukan jadi-jadian. dalam arti kata cuma merubah nama dari bank umum, akan tetapi system dan cara kerja sama masih seperti Bank umum :)

  7. Buat Pak Johan Teddy.

    Jika bukan diversifikasi portofolio, maka jika kita punya uang lebih dari 2 miliar, bagaimana caranya meminimumkan resiko financial nasabah ? Karena informasi yang diterima nasabah umumnya hanya sebatas kulit luarnya saja, yaitu bagaimana, dan mendapat apa keuntungan apa tanpa bisa tau akan diapakan, oleh siapa, pada apa dan dijamin siapa.

    Menurut saya pandangan di atas hanya menenangkan orang yang uangnya di bawah 2 miliar sesuai batas maksimum simpanan pada bank yang dijamin LPS.

    Lha, yang di atas 2 miliar gimana ?
    Paling tidak jika terjadi kasus pada bank A, maka simpanannya di bank B, C dll aman.

    Belum lagi yang uangnya lebih dari 100 miliar, apakah harus punya 50 buah rekening tabungan ?

    Untung uang saya belum sebanyak itu ?
    Jadi belum pusing nih bikin banyak rekening tabungan.

    • johan teddy

      Sekarang anda mengerti kan, mengapa konglomerat-konglomerat kebangsaan Indonesia lebih suka memarkir uangnya di luar negeri. Yang mereka lakukan adalah meminimalisasi risiko atas uang mereka dengan cara memarkir dananya di negara yang mempunyai kebijakan blanket guarantee.
      Bagaimana dengan orang seperti saya (dan anda mungkin?) yang tidak punya cukup dana untuk diparkir di luar negeri? Mau tidak mau kita harus selektif dalam memilih bank. Jangan pilih bank karena hanya anda tertarik dengan bunganya yang lebih tinggi dari bank lain atau karena biaya administrasi lebih kecil. Pilihlah bank yang manajemennya bagus, kinerjanya bagus, dan yang paling penting yang secara politis bank ini tidak akan tutup meski kinerjanya jeblok.

  8. nining

    Selain di bank, uang berlebihan bs disimpan dlm investasi lain, misal emas batangan, tanah, real estate, saham dll, jd kalo perbankan goyang simpanan yg lain msh aman. Ato pilih bank negri aja.

  9. ira susanti

    yang pasti siapapun dia .. klo dah liat uang setumpuk pst jd lost kontrol .. org lain jg finally yg dirugikan. yang penting menempa akhlak n mental yg baik dari setiap diri manusia .. smua kembali pada individu msg2.

    • betul..betul..betul…
      kalau dah liat uang di depan mata…
      manusia bisa berubah menjadi spiderman,
      yang bisa merayap kemana-mana..
      dan bisa hidup bebas di luar….
      heeeeeeeeeeeeeeeeeee

  10. Percayakah sama bank yang rugi ? Percaya sih boleh-2 aja. Tapi inget lo, rugi itu macam-2, ada yang bener dan yang rugi-rugian. Yang bener tu biasanya gak sampe makan modal. Kenapa ? Karena manusia macam mana yang berani atau nyepelein main-mainin duit orang ampe trilyunan gitu tanpa mateng mikirin resikonya alias hati-hati dan begitu kejadian, dengan enteng tinggal bilang sorry fren biasa kalah kliring, salah transaksi & lain-2. Wah, Enteng banget ya. Coba kalo duit dia yang digituin orang. Paling masuk rumah sakit jiwa tu orang. Itu juga udah bagus kagak masuk kuburan.Udah rugi-rugian gitu, eh …. pakek ditolongin lagi. Baru nih denger garong dikasih duit. Hati-hati aja deh naro duit. Jangan terlalu percaya ama untung gede atao fasilitas waaaah.

    • kalau orang udah korupsi hampir triliun nan rupiah.
      bearti orang itu super star…
      seandai nya aq yg di kasih uang itu……
      akan kukasih kan semua uang itu kpd orang yang tidak mampu……

  11. almhdulilah gw g kna tipu…gw mah boro2 nabung ampe milyaran…ribuan aj kaga…emang kg ad yg di tabung..

  12. Saifuddin

    Kalau masalah uang, bagaimanapun org bisa salah. Tp kalau salahnya udah kelewat besar, itu sudah tidak wajar. Tolong pihak berwajib lakukan proses sesuai undang2 yg berlaku. Jgn takut org dibelakang kasus ini karna anda di sumpah pada jabatan itu atas nama Tuhan. Bukan atas nama presiden. Thanks

  13. ibhe

    knp yah.. diskusi ini seakan kita hidup bukan dlm sebuah negara yg ada pemerinthnya yg mestinya ketika terjadi pada kasus Bnk Century dan sudah merugikan rakyatx mereka sdh mengambil langkah lbh dl… kan.. ada BI, menkeu dsssb… kita ini mash bisa menganalisa… gmn dengan rakyat yg taux hanya nabung… ga tau analisa2an… hakikaat bangsa ini… masih ada ga???!!!!…

  14. al-fatih

    Yg selamat tentu bubarkan bank! sebab ini sektor non riil, hanya bermain-main dan berputar-putar dg uang, yg uangnya jg tdk riil, kecuali sekedar dibackup UU. Anda bayangkan, BI yg uang simpanan asing hingga 46% itu ditarik mendadak oleh yg empunya, apa gak bakal kolap negeri ini?
    BUBARKAN BANK. Ganti dg sistem ekonomi riil, yakni sistem ekonomi Islam.

  15. bingung semua to…iya to…punya duit banyak …bingung…tak punya …bingung…
    bingung dinegeri yang pemerintahnya semua bingung….

  16. Marcel YH

    LPS, apa benar simpanan / dana pihak ke 3 ditanggung s/d Rp. 2 milyar ? Melihat kasus BCIC saya jadi ragu . . . . .

    • Hadi

      Saya rasa betul, setelah hasil audit dari BPK keluar, maka jumlah dana talangan yang diberikan LPS adalah sebesar Rp. 2,2 Triliun untuk yang memang dijamin oleh LPS dibawah 2 milyar, artinya tetap lebih besar dari jumlah yang diperbolehkan oleh DPR sebesar Rp. 1,67 Triliun, so kasus bank century ini banyak dipolitisir, siapa sih yang paling banyak ngeributin soal bank century ya..yang kalah PEMILU, sementara kalau alasannya untuk masyarakat maka dan yang beredar saja sudah ada 1.900 triliun dalam berbagai bentuknya, dana talangan ini juga untuk meyakinkan pihak nasabah untuk tidak melakukan “rush” dan mempunyai effek domino kepada bank lainnya, seperti peristiwa tahun 1998, apalagi kasus ini juga didorong oleh Krisis global. Saya setuju yang paling penting liat saja resikonya, kalau ada bank yang menawarkan bunga lebih tingis/d 3% diatas lainnya, JANGAN SIMPAN DI BANK TERSEBUT…..wassalam!!!

  17. Ping-balik: Mencari Jejak Skandal Bank Century « Teguh Iman Prasetya

  18. nada

    hm……. sgera di slsai kan yach…………………..
    biar wrga indo g’ribet mslah bank century

  19. lufher_glient

    semua itu adalah tikus-tikus berdasi..!!!

  20. selamat.. berjuang bang, agar tikus berdasi bisa mati…(kayanya ada tikus di istana)

  21. bambang

    Hmm klu sdh ruwet begini… Hati hati ada penumpang gelap ..makin ruwet he he he

    • mengapa.orang yang dianggap panutan bagi rakyat.
      ikut campur dalam penyelewwengan dana bank century………
      untuk pak polisi……
      mikir dulu donk..
      kalau bertindak………
      gak usah jadi polisi, kalau mau korupsi.

  22. Semoga kasus ini jadi pelajaran yang berharga, dan baiknya masyarakat kita sekarang menggunakan bank islam karena sulit untuk rugi karena system bagi hasil, jadi hasil yang diterima penabung sesuai dengan hasil usaha yang di terima bank sesuai dengan porsi nisbah bagi hasilnya, kalau bank umum konvensional bunga yang di bayarkan sering lebih besar dari hasil usaha bank dan negatif spreadnya sangat beresiko. ini adalah system yahudi tulen. thank

  23. Adrianus

    Tmn2 saya bkn ahli ekonomi bkn jg org politik, saya hanya org biasa dari kalangan biasa2 saja. Saya jg tdk punya kepentingan krn sy memang tinggal di luar negri, tp saya sangat cinta indonesia melebihi negri tempat saya tinggal.
    Saya cuman minta satu permintaan…..
    Coba tanya pada hati nurani….apa sdh benar smua informasi yg sdh kita dapat atw kita hanya sekedar ikut2an tanpa tau situasi yg sebenarnya….kasian negara kita…kl hrs terombang-ambing trus…blm lg bencana yg slalu bruntun…..apa kita smua blm sadar jg bahwa smua itu sdh teguran dr Allah SWT??? Biarkanlah…..smuanya mengalir spt air, toh nantinya kl memang bau…pasti lama2 akan tercium jg toh. So, mohon kita smuanya jgn latahlah…mengahkimi seseorg, kelompok tertentu yg tentunya blm tentu benar2 bersalah atw mkn jg sbaliknya. Akhirnya….marilah kita berdo’a smoga negri kita akn menjadi smakin lebih Gemah Ripah Lo Jinawi (kl g salah sih hehehe..maklum bkn wong jowo). Trimksh bnyk utk smuanya. Wslm

    • Ya memang pak itu lah kondisi negara kita, hukum tidak berjalan, terjadi pemyimpangan dimana mana, ga terhitung lagi musibah dan asusila, waduh kenapa ? tentunya kita sudah bisa jawab by zaidan. +6281310571325

  24. Aku heran mslh gda hentinya di negeri ini?sbnrnya mslhnya tdk harus jd panjang begini gampang aja buat Pak Boediono sm Bu Sri Mulyani kalau emang udah bener aliran dananya jumpa pers aja bawa bukti2nya biar semua clear jd tdk ribut begini nah kalau ga bs buktiin ya ngaku aja kan gampang ga bikin pusing rakyat yg udah pusing dengan mslh hidupnya.

  25. ya ampyuun……….cekarang bagaimana nasib para nasabah?????

  26. mau jadi apa negara kita kalau semua pemimpinya kaya gni,,,,,
    heran deh udah kaya masih aj ngiler ngeliat harta orang lain,,, emg manusia itu gak ada puasnya,, tp kalo diri kita bisa mensyukuri apa yang usah kita miliki insya allah ini smua gak akan terjadi…..
    smoga dosa2 mereka diampuni Allah SWT
    amin…………………………………………..

    • Kasus Bank Century berhubungan dengan masalah moral dan akhlak serta kejujuran, negara ini mandek dan stagnan karena pemimpin kita tidak jujur dan penuh dengan sandiwara, percayalah kalau pun hukum di dunia ini tidak mereka dapatkan tapi yakinlah hukum tuhan pasti akan di di dapatkan kecuali mereka bertaubat dan mengembalikan semua harta yang mereka rampas.
      Thanks

  27. Lagi-lagi uang …….
    Lagi-lagi perempuan …….
    Lagi-lagi jabatan …….
    Lagi-lagi korupsi …….
    Lagi-lagi kolusi …….
    Lagi-lagi nepotisme …….
    Lagi-lagi dibui …….
    Lagi-lagi dusta …….
    Lagi-lagi bersumpah ……..
    Lagi-lagi pencemaran nama baik ……..
    Lagi-lagi ngoceh …….
    Lagi-lagi stress…….
    Lagi-lagi, lagi-lagi, lagi-lagi, zzzzzzzz

  28. Hari

    [aspek mikro]

    Kalo punya uang banyak mendingan dibelikan emas saja dan sewa kotak deposit di bank besar. selain nilai asetnya riil yaitu emas, juga tak terimbas oleh inflasi. Jangan lupa bayarkan zakatnya kalo udah setaun.

    trus kalo memang ngga pengen nabung ya investasikan aja ke usaha sektor riil supaya perekonomian rakyat bisa bangkit serta barang dan jasa yg diproduksi bisa meningkat, karena percuma saja kalo punya uang banyak tapi ngga ada yg bisa dibeli karena langka :D

    [aspek makro]

    satu lagi yg lebih ekstrem, ubah sistem mata uang negeri ini dengan mata uang yg terbukti kuat dan stabil sepanjang zaman, yaitu emas dan perak. atau minimal, cadangan devisa secara berangsur2 dikonversi dari dollar menjadi emas dan perak.

  29. fitriana

    menurut saya kasus bank century harus diusut sampai tuntas agar negara dan rakyat tidak dirugikan.

  30. Bima

    @Fitriana : Orang oon juga tau,, *Kidding*

    @All : Kalo gak ada kasus, gak ada kerjaan donk.. biarin aja semua mengalir apa adanya,.. cepat atau lambat semua akan terbukti. coba tanya diri sendiri apa kita juga “tidak seperti itu”,,

  31. “nO bodY iS peRpect”
    psTi sTiap oRang ngeLakuIn keSaLahan ..

    Mudah2n kaSus nI cPt teRseLesaikan dgn bAik .. n dkSh ksaBaRan buAt paRa nasaBahnYa .. CiiiioW

    ..
    Mmmh,akhir’a..Tugas kuLiah ku tErseLsaikan..
    Alhamdulilah..

  32. Fitri

    Apa sih hubungan kasus bank century dgn independen sistem perbankan di indonesia???

  33. wahyudin.maguni

    Harapan kami sebagai rakyat, akademis yang mengamati terus jalannya, pemeriksaan dan penyelesaian kasus bank century, agar masalah ini dapat terselesaikan , serta menemukan problem solving , yang terbaik agar kasus ini tidak beralut-ralut, dan tentunya dapat diketemukan akar permasalahannya dan siapa yang bertanggung jawab , dibalik semua ini, agar masyarakat dapat memahami serta mengetahui secara obyektif .

  34. ciew

    kenapa sampai sekarang kasus century blom selesai mana janji 1oo hari akan ada perbaikan klo hanya janji g perlu membuat rakyat menanti karna jika hanya mengurus 1 masalah saja susah apa lagi masalah lainnya??????

  35. heru julius pratama

    saya selaku rakyat berpendapat bahwa kita tidak perlu bertengkar dengan masalah bank century ini
    sebab itu percuma.karena bukannya mendapat keputusan yang baik malahan membuat masalah itu lebih rumit.yang perlu kita lakukan sekarang adalah bagaimana cara agar kasus bank century ini kita husut ke akar2 nya.pzt akan dg mencari data dan bukti otentik.pasti akan mendapat jalan yang terang.terus jangan membuat sesuatu prasangka yang buruk terhadap org yang belum tentu kebenarannya sebelum bukti2 tersebut ada.itu bisa kita laksanakan bila semua agen pemerintahan dan rakyat bekerja sama.bukan nya saling menjatuhkan.

  36. Kita sebagai rakyat harus terus mengawasi perkembangan kasus bank century ini, jangan sampai kasus ini dipeti-es-kan! Para pelaku dan orang-orang yang terlibat di dalamnya harus diganjar dengan hukuman yang seberat-beratnya!

  37. apakah kasus bank century ini tidak akan berakhir?

    dan apakah pansus bank century ini akan menggunakan haknya dalam berpendapat jga?

  38. Kasus Bank Century adalah kasus kejahatan ekonomi tingkat tinggi, dan pelaku nya juga berada pada jajaran tingkat tinggi, jadi rakyat biasa tidak akan sanggup mengatasi dan melakukannya, sudah seyokyanya yang paling pantas untuk menuntaskan nya adalah pak SBY presiden kita, kita bebankan amanah ini pada beliau karna sudah kewajiban nya sebagai pemimpin tertinggi negara ini, kita lihat saja kemampuan beliau, karena kita sangat percaya beliau bisa, dan kita harus ingat tidak ada kekurangan pada diri pak SBY, beliau seorang jendral tentara, seorang DOKTOR, dan punya keakhlian yang cukup …. Selamat berjuang pak SBY, tunjukanlah kinerja nya, kami mau lihat.

  39. Ibu Saifuddin

    Kalau kebakaran tangki Pertamina Cilacap jelas bukan pengalihan isu, tapi kecerobohan. Tapi kalau berbagai berita mulai sidang pengadilan fitnah teroris terhadap tersangka teroris ustaz Abu Bakar Ba’asyir, bom-bom buku, perebutan ketua PSSI yang dibesar-besarkan, hingga tersangka penipu Selli dan tersangka karyawati korup Citibank, Melinda, juga bukan hanya pengalihan isu, tetapi dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya mengalihkan banyak isu. Utamanya soal skandal bank century, yang sebagian uangnya digunakan jelas untuk pemenangan SBY pada pemilu 2009. Tujuannya agar perhatian masyarakat tidak terpaku pada masalah-masalah yang tidak dilaksanakan pemerintah dalam membangun bangsa, dan agar dua media besar negeri ini, MetroTv adn TVOne, utamanya, sibuk memberitakan tetek-bengek itu. Sebab Indonesia diperkirakan akan mengalami seperti Tunisia, Mesir dan Libia, karena tidak mampu menciptakan harga-harga murah dan lapangan kerja buat rakyat. Juga isu santer bahwa SBY mungkin tidak bisa bertahan hingga 2014. Pola-pola seperti ini biasa dilakukan di masa lalu. Satu contoh bahkan di masa Sukarno saja, kelompok musik mengklaim dibayar Sukarno agar mau masuk penjara dengan isu musik ngak-ngik-ngoknya, akibat tekanan publik. Di masa Pak Harto lebih banyak dan lagi kejam. Tak perlu dirinci di sini. SBY juga melakukan hal sama meskipun terlihat seolah-olah tidak kejam terhadap rakyat. Tapi menyengsarakan rakyat banyak apa tidak kejam? Tapi pesaing-pesaing atau komponen-komponen SBY yang kini di luar kekuasaan juga sepertinya pengecut, dan beraninya hanya bicara atau sedikit memprovokasi dan tidak berani bertindak terang dan sistematis melengserkan SBY, meski situasi negeri ini sudah parah begini. Padahal oposisi-oposisi di Tunisia, Mesir dan Libia sangat canggih dalam menggerakkan dan memicu unjuk rasa besar efektif melengserkan. Ini bukan soal 2 tahun, 30 tahun, 40 tahun orang berkuasa, tetapi soal rakyat yang semakin dibuat lapar dan ketidak adilan serta korupsi semakin bebas lepas.

  40. Wow, incredible blog layout! How long have you been blogging for? you made blogging look easy. The overall look of your web site is excellent, let alone the content!. Thanks For Your article about Kasus Bank Century: Masalah Teknis yang Berakibat Fatal | Another Pursuit of Happyness .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s