MANCHESTER UNITED – AS ROMA 1-0 (AGG 3-0)

Dini hari tadi MU tetap menunjukkan keperkasaannya di liga Champion Eropa dengan menundukkan AS Roma dengan skor 1-0 melalui gol Carlos Tevez. Sir Alex Ferguson pada malam tadi menunjukkan kepercayaan dirinya yang tinggi dengan tidak menurunkan Wayne Rooney dan Cristiano Ronaldo. Di barisan depan Carlos Tevez bertindak sebagai striker tunggal. Di lini tengah, Park Ji Sung, Anderson, Michael Carrick, Owen Hargreves, dan Ryan Giggs diturunkan sebagai kapten. Di lini belakang sebagai pegganti Nemanja Vidic, Sir AF menurunkan Gerrard Pique, sang pencetak gol di kandang AS Roma pada penyisihan grup berduet dengan Rio Ferdinand yang tadinya diragukan tampil. Di bek sayap Wes Brown dan Mikael Silvestre berjibaku untuk melindungi serangan sayap dari AS Roma. Sebagai pelindung terakhir, sang penjaga gawang Edwin Van Der Saar.

AS Roma menurunkan barisan terbaiknya kecuali sang kapten Francesco Totti. Alexander Doni sebagai kiper. Barisan belakang kembali diperkuat Juan yang pada pertemuan sebelumnya absen karena akumulasi kartu kuning, ditemani oleh Phillipe Mexes, Christian Panucci sebagai kapten, dan Marco Cassetti. Di lini tengah Luciano Spaletti menurunkan Rodrigo Taddei, David Pizzaro, Daniele De Rossi, Simone Perrotta dan Mancini. Mirko Vucinic dimainkan sebagai sriker tunggal.

Di babak pertama permainan, terlihat Roma masih terkena efek psikologis dari kekalahan 7-1 tahun lalu. Permainan Roma di awal-awal pertandingan terlihat tidak berani bermain terbuka apalagi dalam 15 menit pertama tercatat MU membuat 4 peluang untuk menjebol gawang Roma yang dikawal Doni. Peluang terbaik diperoleh Ryan Giggs. Mendapat umpan dari sayap kanan, Giggs melepaskan tendangan first time yang mampu diblok dengan baik oleh Doni.

Pada menit ke 29 Roma mendapatkan kesempatan emas melalui titik putih setelah Mancini dijatuhkan oleh Brown di dalam kotak penalti. Meskipun dalam tayangan ulang terlihat tipis sekali antara pelanggaran atau tidak lantaran bola yang didrible oleh Mancini berubah arah. Sayang sekali De Rossi sebagai eksekutor penalti tidak dapat memanfaatkan kesempatan emas ini. Tendangan De Rossi melambung di atas mistar gawang. Padahal jika bisa menghasilkan gol, mental para pasukan gladiator Roma akan terpecut untuk mengejar defisit satu gol lagi.

Pada babak kedua, tampak MU bermain santai. Roma dibiarkan untuk mengambil alih permainan. MU tampak sekali menginginkan Roma untuk bermain terbuka dan mengambil kesempatan lewat serangan balik yang cepet. Para pemain tengah MU sangat memungkinkan untuk bermain counter attack. Kecepatan dan teknik pemain tengah MU tampaknya masih di atas Roma. Kepercayaan diri atas pertahanan yang solid juga mempengaruhi hal ini. Pique memang tampak tampik agak standar, belum dapat menggantikan performa Vidic. Akan tetapi gelandang MUlah yang memegang peranan penting atas pertahanan ini. Hargreaves bermain sangat apik. Permainan Hargreaves mengingatkan akan Ronaldo. Jika Ronaldo merangkap sebagai penyerang, Hargreaves merangkap sebagai gelandang bertahan dan sesekali bertukar posisi di sayap kanan dengan Ji Sung. Terbukti gol sundulan menyelam Tevez di menit ke 68 adalah hasil assist dari Hargreaves dari sayap kanan.

Roma tanpa Totti tampak sekali kurang bertaji dalam penyerangan. Vucinic sendirian di depan tampaknya belum cukup untuk menggedor pertahanan MU. Keahlian dribble Mancini dimatikan dengan baik oleh Brown. Moral De Rossi tampak agak drop setelah gagal mengeksekusi penalti. Peluang terbaik Roma dimiliki oleh Cassetti. Tendangan jarak jauh Cassetti gagal ditangkap dengan baik oleh Van Der Saar. Vucinic memburu bola berusaha untuk mencetak gol, tapi hanya menghasilkan pelanggaran terhadap Rio Ferdinand karena Ferdinand telah mengamankan posisi dengan baik.

Anehnya dengan penyerangan Roma yang tidak begitu intens, Sir AF malah memasukkan Gary Neville yang nota bene seorang bek untuk menggantikan Anderson. Ban kapten yang dioper oleh Giggs setelah digantkan oleh Rooney kepada Ferdinand-pun dialihkan kepada Neville. Jadi pasukan MU yang bernaluri penyerang hanya dimiliki oleh Tevez, Rooney dan Ji Sung. Selebihnya para pemain bertahan. Tampaknya Sir AF ingin Neville untuk merasakan atmosfer pertandingan setelah lama absen karena mengalami cedera.

Setelah 90 menit pertandingan berakhir Akhirnya MU memastikan langkah berikut menuju pertarungan Clash of the Titans melawan Barcelona yang berhasil mengalahkan Schalke dengan aggregat 2-0. Dua klub yang belum terkalahkan di liga Champion tahun ini bertemu dini di semifinal mempertaruhkan gelar untouchablenya.

Di semifinal yang lain berhadapan dua klub inggris yang bertemu untuk ketigakalinya dalam semifinal empat tahun terakhir ini, yaitu Liverpool dan Chelsea. Liverpool memenangkan dua pertarungan sebelumnya. Dan tahun ini tetap menancapkan cakarnya sebagai klub besar eropa. Dalam 4 tahun terakhir, Liverpool yang dikomandoi oleh Rafael Benitez tampil di semifinal liga Champion. Dua kali tampil di Final dengan satu gelar juara setelah menaklukkan AC Milan dengan penuh gaya (mengejar defisit 3 gol kemudian akhirnya menang melalui drama adu penalti). Sayang sekali Arsenal dengan permainan atraktifnya tidak dapat melanjutkan langkahnya setelah dihajar Liverpool dengan aggregat 5-3. Jika tahun ini Arsenal gagal mendapatkan gelar di kompetisi manapun, mereka perlu memperbaiki mental mereka. Pasukan muda Arsene Wenger menampilkan permainan yang sangat menarik dengan umpan pendek satu dua, akan tetapi di saat-saat akhir kompetisi gagal untuk memperoleh kemenangan.

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s