SETELAH PUNYA NPWP…TERUS NGAPAIN???

Dari beberapa komunikasi dengan teman-teman yang baru memiliki NPWP dan klien, pertanyaan di atas adalah pertanyaan yang terus muncul yang ditanyakan kepada saya… Jawaban dari pertanyaan ini adalah: setelah anda memiliki NPWP, maka anda berkewajiban untuk menghiting pajak yang terutang, menyetor (jika ada pajak yang terhutang), melaporkan pajak, harta dan kewajiban anda melalui SPT (Surat Pemberi Tahuan), mencatat penghasilan, harta dan kewajiban anda selama dan pada akhir tahun yang bersangkutan.

Pertanyaan lain yang timbul: ketika saya telah mempunyai NPWP, apakah pajak yang harus saya bayar akan menjadi lebih besar? Jawaban dari pertanyaan ini adalah belum tentu. Menurut UU PPh terbaru, pemotongan PPh pasal 21 terhadap karyawan yang tidak memiliki NPWP menjadi lebih besar 20% daripada karyawan yang memiliki NPWP. Jadi ketika gaji anda dipotong oleh perusahaan, dengan anda memiliki NPWP, pajak yang dibayar oleh anda bahkan akan menjadi lebih kecil daripada jika anda tidak memiliki NPWP. Yang menjadi tambahan dari pajak yang harus anda bayar adalah ketika anda memiliki tambahan penghasilan lain dari tempat lain. Maka pajak yang anda harus anda bayar otomatis lebih besar.

Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul lagi adalah: “saya sudah dipotong pajak oleh perusahaan, artinya saya udah ga ada masalah pajak lagi kan?” jawaban dari pertanyaan ini adalah: tidak, anda masih mempunyai masalah, karena pemotongan pajak dari perusahaan (form 1721-A1) adalah bagian yang tidak terpisahkan dari SPT perorangan anda sendiri. Jadi anda masih harus melaporkan SPT perorangan anda ke kantor pajak dengan menggunakan formulir yang berbeda, yaitu formulir 1770. Formulir 1770 terdiri dari 3 macam, yaitu Formulir 1770SS, 1770S, dan 1770.

Formulir 1770SS digunakan oleh WP pribadi yang memperoleh penghasilan dari satu pemberi kerja dan nilainya tidak lebih dari 48 juta selama 1 tahun pajak. WP yang melaporkan formulir 1770SS ini tidak memiliki penghasilan lain selain pendapatan bunga bank dan atau pendapatan bunga koperasi.

Formulir 1770S digunakan oleh WP orang pribadi yang memperoleh penghasilan dari satu atau lebih pemberi kerja, memperoleh pendapatan lain-lain, memperoleh pendapatan yang telah dikenakan PPh final atau bersifat final.

Formulir 1770 digunakan oleh WP orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas, memperoleh penghasilan dari satu atau lebih pemberi kerja, memperoleh pendapatan lain-lain, memperoleh pendapatan yang telah dikenakan PPh final atau bersifat final.

Pendapatan yang dikenakan PPh bersifat final antara lain

  • pendapatan bunga tabungan atau deposito,
  • bunga/diskonto obligasi yang dilaporkan perdagangannya di bursa efek,
  • penjualan saham di bursa efek
  • hadiah undian
  • pesangon, tunjangan hari tua dan tebusan pension yang dibayarkan sekaligus
  • honorarium atas beban APBN/APBD
  • pengalihan hak atas tanah dan bangunan
  • bangunan yang diterima dalam rangka bangunan guna serah
  • sewa atas tanah dan bangunan
  • usaha jasa konstruksi
  • penyalur/dealer/agen produk BBM
  • penghasilan istri dari satu pemberi kerja
  • penghasilan anak dari pekerjaan yang tidak ada hubungannya dengan usaha atau kegiatan dari orang yang mempunyai hubungan istimewa

Bahkan ketika anda memperoleh pendapatan/penghasilan yang bukan merupakan objek pajak, anda tetap harus melaporkannya ke dalam SPT anda.

Penghasilan/ pendapatan yang tidak termasuk objek pajak antara lain:

  • bantuan/sumbangan/hibah
  • warisan
  • bagian laba yang diterima dari perseroan komanditer tidak atas saham, persekutuan, perkumpulan, firma, kongsi
  • klaim asuransi kesehatan, kecelakaan, jiwa, dwiguna, beasiswa

Pertanyaan berikutnya: Dengan saya memiliki NPWP, apakah saya menjadi ribet/repot harus melaporkan pajak setiap bulan? Jawabannya adalah tergantung. Jika pekerjaan anda adalah sebagai karyawan atau anda memperoleh penghasilan dibawah PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak), maka anda adalah termasuk yang dikecualikan untuk melaporkan pajak tiap bulannya (PPh pasal 25). Dasar hukumnya adalah PMK 183. Jika anda melakukan usaha seperti membuka toko, maka anda berkewajiban untuk melaporkan PPh pasal 25 setiap bulannya.

Pertanyaan lain: bagaimanakah cara saya membayar pajak? Anda dapat melakukan pembayaran pajak ke bank yang ditunjuk atau ke kantor pos. formulir yang anda harus isi dalam pelaporan pajak ini adalah Surat Setoran Pajak (SSP). SSP dapat anda peroleh dengan Cuma-Cuma di kantor pajak. Dalam formulir ini data-data yang harus dimasukkan adalah: nama, alamat, NPWP, kode MAP (untuk PPh pasal 25 bulanan : 411125 100), nilai pajak yang dibayarkan, tahun dan masa pajak.

Pertanyaan lain: bagaimana cara saya melaporkan SPT dan kapan paling lambat saya melaporkan SPT itu? Jawabannya adalah SPT tahunan dilaporkan paling lambat akhir bukan Maret tahun berikutnya. Pelaporan dilakukan dengan cara anda datang ke kantor pajak tempat dimana anda terdaftar, SPT anda kirimkan melalui pos tercatat atau jasa kurir atau ekspedisi tercatat, Untuk WP yang harus melapor SPT pasal 25 bulanan, ketika anda melakukan pembayaran di bank atau kantor pos, maka anda akan memperoleh NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara) dan anda dianggap telah malaporkan PPh pasal 25 tersebut.

Sebagai wajib pajak orang pribadi yang telah memiliki NPWP, anda juga harus melakukan pencatatan atas penghasilan yang anda terima. Cara-cara melakukan pencatatan ini adalah sbb:

  • menggunakan huruf latin, angka arab, satuan mata uang Rupiah dan disusun dalam bahasa Indonesia
  • pencatatan disusun secara kronologis
  • disimpan selama jangka waktu 10 tahun
  • pencatatatan yang dibuat menggambarkan penghasilan, baik yang merupakan objek pajak maupun tidak, penghasilan yang belum dikenakan PPh, penghasilan yang dikenakan PPh, penghasilan yang dikenakan PPh yang bersifat final
  • bagi yang memiliki usaha lebih dari satu, maka pencatatan harus menggambarkan penghasilan dari masing-masing usaha tersebut
  • pencatatan atas harta dan kewajiban

artikel berikutnya akan membahas mengenai cara perhitungan pajak dan pengisian SPT.

2 Komentar

Filed under pajak

2 responses to “SETELAH PUNYA NPWP…TERUS NGAPAIN???

  1. Membayar pajak setiap bulan…
    Nice share agan sangat lengkap ulasannya, salut untuk anda..

  2. Udah nyari duitnya susah ini lagi direpotin bikin laporan, bikin ribet aja,
    apa ya gak ada cara lain buat narik pajak? wong apa apa serba udah dipajakin kok masih malakin lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s