Penyelamatan Bank Century Langkah Sia-Sia

Jakarta – Langkah penyelamatan PT Bank Century Tbk (BCIC) oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dinilai merupakan langkah yang sia-sia. Toh, LPS tetap harus menggelontorkan dana Rp 4 triliun untuk membayar deposito jatuh tempo.

Demikian disampaikan analis pasar modal Yanuar Rizky saat berbincang-bincang dengan detikFinance , Minggu (30/8/2009).

“Jika terkait risiko sistemik, toh sama saja deposan-deposan besar tetap saja menarik dananya di Century dan mengakibatkan LPS harus mengeluarkan dana yang besar,” ujarnya.

Menurut Yanuar, pengambilalihan Century oleh pemerintah melalui LPS tidak memiliki konsep yang jelas dan akan menimbulkan kerugian yang cukup besar. Dana yang dikeluarkan LPS dalam upaya penyehatan Century yang mencapai Rp 6,77 triliun dapat dipastikan tidak akan bisa kembali.

Sebagai catatan, LPS telah menyuntikan dana kepada Bank Century sebanyak empat kali yakni pada tanggal 21 November 2008 sebesar Rp 2,77 triliun, tanggal 5 Desember sebesar Rp 2,20 triliun, tanggal 3 Februari 2009 sebesar Rp 1,15 triliun dan tanggal 21 Juli 2009 sebesar Rp 630 miliar maka total penyertaan modal LPS terhadap Century sebesar Rp 6,77 triliun.

Bank Indonesia (BI), LPS dan Menkeu berkali-kali mengatakan bahwa suntikan LPS ke Century merupakan suatu langkah penyelamatan untuk mencegah dampak sistemik dari masalah Century. Hingga saat ini, tidak ada kejelasan soal definisi sistemik tersebut.

Yanuar juga mengatakan, kalau suntikan LPS ke Century bertujuan mencegah terjadinya penarikan dana masyarakat akibat kepanikan (rush), maka langkah yang dilakukan LPS tidak tepat. Buktinya, setelah menyuntikkan dana sebesar Rp 2,77 triliun, LPS masih harus menambah suntikan sebesar Rp 4 triliun guna membayar deposito-deposito yang jatuh tempo.

Artinya, upaya LPS mempertahankan deposan-deposannya tidak lari gagal. Menurut Yanuar, langkah DPR RI meminta BadanPemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit terhadap suntikan tersebut sangat tepat. “Penyertaan modal Rp 6,77 triliun itu akan menimbulkan kerugian yang besar,” jelasnya.

Yanuar menyarankan agar fokus audit BPK adalah menelusuri kemungkinan keterkaitan antara suntikan tersebut dengan dana-dana deposan besar yang ada di Century. Boleh jadi, suntikan LPS memang hanya untuk menyelamatkan dana para deposan besar di Century.

“Jika terjadi dapat disinyalir bahwa ada sesuatu yang tidak sesuai, LPS melakukan penyertaan modalnya memang hanya untuk mereka,” katanya.

BPK, lanjut Yanuar, akan dapat membuktikan kepada publik bahwa pemberian dana talangan apakah dapat dijustifikasi dan benar-benar diperlukan untuk mencegah terjadinya risiko sistemik dan bukan untuk menolong para deposan besar.

“Melalui penyertaan modal yang besar ini, LPS akan menderita real loss (kerugian nyata) bukan lagi suatu potensial loss (kemungkinan kerugian) karena memang terlihat mereka sudah rugi. Mungkin nanti jika Century dijual, harganya sama dengan harga dari penjualan ijin saja,” paparnya.

Menurut Anggota Komisi XI DPR, Dradjad Wibowo, dengan jumlah modal Bank Century yang sekarang hanya sebesar Rp 500 miliar, maka pada batas waktu penjualannya yaitu 2011, harga jual sahamnya hanya sekitar Rp 1,5-2 triliun saja. Lebih rendah dari total suntikan dana LPS yang sebesar Rp 6,7 triliun.

“Dugaan saya hanya Rp 1,5 triliun sampai Rp 2 triliun nilai sahamnya. Kan LPS harus mendivestasi saham Century paling lambat 3 tahun yaitu November 2011 paling lambat, artinya dengan ekuitas seperti ini yang sekarang Rp 500 miliar kalau November itu akan bisa dijual Rp 1,5 triliun sampai Rp 2 triliun artinya LPS akan rugi sampai Rp 4,5 sampai Rp 5 triliun,” tegas Dradjad.

Untuk diketahui, LPS telah menyalurkan dana selama sembilan bulan terakhir sebesar Rp 7,3 triliun. Terdiri dari Bank Century sebesar Rp 6,77 triliun, BPR Tripanca sebesar Rp 350 miliar dan Bank IFI sebesar Rp 170 miliar. (dru/dro)

1 Komentar

Filed under Uncategorized

One response to “Penyelamatan Bank Century Langkah Sia-Sia

  1. MENCIUM SKENARIO POLITIK DIBALIK PENGUCURAN DANA BAILOUT 6,7 TRILIUN KE BANK CENTURY

    Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah mengucurkan dana sebesar Rp6,7 triliun kepada Bank Century atas rekomendasi pemerintah dan Bank Indonesia. Angka itu menjadi bengkak, padahal semula yang di setujui DPR hanya sebesar Rp1,3 triliun. (Kompas 1 september 2009).

    “ Betapa baiknya sikap pemerintah terhadap pemilik bank yang selama ini bermasalah”. “Kenapa pemerintah selalu bersikap protektif terhadap bank-bank yang pengelolaannya bermasalah??” semua itu Patut menjadi misteri bagi kita.

    *********************

    UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang perbankan, mewajibkan semua bank berhati-hati dalam memberikan pinjaman. Namun LPS mengabaikan aturan tersebut.

    Prinsip the five C’s of credit analysis yang menjadi dasar pemberian dana talangan rupanya tidak diterapkan oleh LPS. LPS harusnya meneliti Character (kejujuran pemilik bank), collateral (jaminan utang bank), capital (modal), capacity (kemampuan mengelola bank) dan condition of economy sebelum boilout diberikan.

    Dalam proses hukum bank Century, pemilik bank century Robert tantular beserta pejabat bank Century telah ditetapkan sebagai terdakwa kasus penggelapan dana nasabah. Bahkan manajemen Bank Century telah terlibat dalam memasarkan produk reksadana PT Antaboga Sekuritas yang jelas-jelas dalam pasal 10 UU Perbankan telah dilarang.

    Artinya, dari segi the five C’s of credit analysis, Bank Century sebenarnya tidak layak sama sekali mendapatkan dana talangan dari LPS. Ironis nya LPS justru mengucurkan dana sampai 6,7 triliun ke bank itu!!!

    Muncul pertanyaan, apa yang melatarbelakangi pemerintah memberian dana boilout tersebut??? akan kemana larinya dana bailout 6,7 triliun itu?

    Jawabnya, Kemungkinan: pertama, pejabat LPS ceroboh dalam bertindak sehingga dianfaatkan oleh pejabat bank yang terafiliasi dengan partai politik tertentu. Kedua, Pajabat LPS, pejabat bank bermasalah dan partai politik tertentu bersekongkol bersekongkol mengemplang dana bailout.

    Jawaban yang pasti, kita tunggu skenario politik berikutnya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s